PPP Masih Belum Berkelamin PAMEKASAN â" Akibat konflik di internal Partai Persatuan Pembangunan yang berkepanjangan membuat PPP Pameka...
PPP Masih Belum Berkelamin
PAMEKASAN â" Akibat konflik di internal Partai Persatuan Pembangunan yang berkepanjangan membuat PPP Pamekasan hingga saat ini masih belum memiliki kelamin. PPP Pamekasan begitu sulit menunjukkan sikapnya, apakah mengakui kepemimpinan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (yang sudah mendapat pengakuan dari Kemenkumham), atau masih setia pada Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali (SDA). Posisi PPP Pamekasan masih belum memihak salah satu kubu, dari dua kubu di atas (kubu Romi -sapaan akrab Romahurmuziy, atau kubu SDA), kata Ketua DPRD Pamekasan Halili, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PPP Pamekasan. Menurutnya, sikap yang diambil PPP Pamekasan ini, mengikuti arahan, anjuran, dan kesepakatan para ulama PPP Pamekasan. Hingga kemarin, bersamaan dengan dimulainya Muktamar PPP kubu SDA di Jakarta, belum ada arahan terbaru dari para ulama PPP Pamekasan. Sehingga PPP Pamekasan tetap berada di tengah, artinya belum masuk pada kubu mana pun. "Kami, PPP Pamekasan, masih menunggu arahan dari para ulama. Bila nanti para ulama sudah mengarahkan, kesitu DPC PPP Pamekasan akan melangkah," ungkap Halili kemarin (30/10). Akan tetapi, dikatakan bahwa ada kemungkinan perwakilan DPC PPP Pamekasan akan mengahadiri Muktamar PPP kubu SDA itu ke Jakarta. Hal ini kerena, dikabarkan bahwa Muktamar PPP di Jakarta itu adalah Muktamar Islah antara pihak-pihak yang saat ini tengah berseberangan. Bahkan Halili mengkoreksi bahwa Muktamar yang akan diadakan di Jakarta pada 30 Oktober hinga 2 November mendatang itu, bukan Muktamar PPP SDA, namun Muktamar Islah PPP. Atas dasar inilah (Muktamar Islah) maka DPC PPP Pamekasan bersedia untuk hadir, dengan cara mengutus delegasinya ke sana. Sekadar diketahui, pada Muktamar PPP kubu Romi di Surabaya, yang diadakan pada 15-18 Oktober lalu, DPC PPP Pamekasan tidak hadir. Meskipun juga menerima undangan. Ditanya kenapa tidak hadir dalam Mukatamar tersebut? Dengan santai Halili menjawab bahwa itu adalah sikap dari DPC PPP Pamekasan, yang menunjukkan jika DPC PPP Pamekasan tidak memihak kubu manapun. "Untuk rencana kami akan hadir ke Muktamar PPP di Jakarta, itu karena Muktamar itu adalah Muktamar Islah. Jadi beda konteknya. Kami bukan untuk hadir ke Muktamar SDA, tapi kami akan hadir ke Muktamar Islah," jelasnya. Terkait keluarnya surat Keputusan Kemenkumham, yang mengakui hasil Muktamar di Surabaya, dengan Romi sebagai Ketua Umum. Menurut Halili, Kemenkumham terlalu tergesa-gesa mengeluarkan itu. Menurutnya, idealnya menunggu dulu proses Islah di tubuh PPP ini. Karena proses ini memang tengah di upayakan. Sebab, apapun itu, munculnya dua kubu ini, sebenarnya semuanya adalah satu rumah, satu penghuni. Jadi proses islah itu harus diutamakan dulu. Terlepas dari itu, pihaknya selalu berharap para elite PPP di tingkat pusat itu, untuk senantiasa selalu solid dan bersatu. Dan berharap pula, proses islah ini bisa benar-benar terwujud. "Bersatulah para elite PPP di pusat itu. Lakukan dengan kepala dingin. Sehingga kami di daerah tidak bingung, untuk ikut yang mana," harapnya. SUKMA FIRDAUS/RAH
PAMEKASAN â" Akibat konflik di internal Partai Persatuan Pembangunan yang berkepanjangan membuat PPP Pamekasan hingga saat ini masih belum memiliki kelamin. PPP Pamekasan begitu sulit menunjukkan sikapnya, apakah mengakui kepemimpinan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (yang sudah mendapat pengakuan dari Kemenkumham), atau masih setia pada Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali (SDA). Posisi PPP Pamekasan masih belum memihak salah satu kubu, dari dua kubu di atas (kubu Romi -sapaan akrab Romahurmuziy, atau kubu SDA), kata Ketua DPRD Pamekasan Halili, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PPP Pamekasan. Menurutnya, sikap yang diambil PPP Pamekasan ini, mengikuti arahan, anjuran, dan kesepakatan para ulama PPP Pamekasan. Hingga kemarin, bersamaan dengan dimulainya Muktamar PPP kubu SDA di Jakarta, belum ada arahan terbaru dari para ulama PPP Pamekasan. Sehingga PPP Pamekasan tetap berada di tengah, artinya belum masuk pada kubu mana pun. "Kami, PPP Pamekasan, masih menunggu arahan dari para ulama. Bila nanti para ulama sudah mengarahkan, kesitu DPC PPP Pamekasan akan melangkah," ungkap Halili kemarin (30/10). Akan tetapi, dikatakan bahwa ada kemungkinan perwakilan DPC PPP Pamekasan akan mengahadiri Muktamar PPP kubu SDA itu ke Jakarta. Hal ini kerena, dikabarkan bahwa Muktamar PPP di Jakarta itu adalah Muktamar Islah antara pihak-pihak yang saat ini tengah berseberangan. Bahkan Halili mengkoreksi bahwa Muktamar yang akan diadakan di Jakarta pada 30 Oktober hinga 2 November mendatang itu, bukan Muktamar PPP SDA, namun Muktamar Islah PPP. Atas dasar inilah (Muktamar Islah) maka DPC PPP Pamekasan bersedia untuk hadir, dengan cara mengutus delegasinya ke sana. Sekadar diketahui, pada Muktamar PPP kubu Romi di Surabaya, yang diadakan pada 15-18 Oktober lalu, DPC PPP Pamekasan tidak hadir. Meskipun juga menerima undangan. Ditanya kenapa tidak hadir dalam Mukatamar tersebut? Dengan santai Halili menjawab bahwa itu adalah sikap dari DPC PPP Pamekasan, yang menunjukkan jika DPC PPP Pamekasan tidak memihak kubu manapun. "Untuk rencana kami akan hadir ke Muktamar PPP di Jakarta, itu karena Muktamar itu adalah Muktamar Islah. Jadi beda konteknya. Kami bukan untuk hadir ke Muktamar SDA, tapi kami akan hadir ke Muktamar Islah," jelasnya. Terkait keluarnya surat Keputusan Kemenkumham, yang mengakui hasil Muktamar di Surabaya, dengan Romi sebagai Ketua Umum. Menurut Halili, Kemenkumham terlalu tergesa-gesa mengeluarkan itu. Menurutnya, idealnya menunggu dulu proses Islah di tubuh PPP ini. Karena proses ini memang tengah di upayakan. Sebab, apapun itu, munculnya dua kubu ini, sebenarnya semuanya adalah satu rumah, satu penghuni. Jadi proses islah itu harus diutamakan dulu. Terlepas dari itu, pihaknya selalu berharap para elite PPP di tingkat pusat itu, untuk senantiasa selalu solid dan bersatu. Dan berharap pula, proses islah ini bisa benar-benar terwujud. "Bersatulah para elite PPP di pusat itu. Lakukan dengan kepala dingin. Sehingga kami di daerah tidak bingung, untuk ikut yang mana," harapnya. SUKMA FIRDAUS/RAH