Senin, 12 Agustus 2013

Said Abdullah Hadiri Dua Reuni Akbar

Said Abdullah Hadiri Dua Reuni Akbar

SUMENEP- Said Abdullah, calon wakil Gubernur Jawa Timur dari PDI Perjuangan menghadiri dua Reuni akbar di Kabupaten Sumenep. Dua reuni akbar yang Said datangi adalah reuni alumni SMANSA dan Reuni SDN Kepanjen. Namun, kehadirnnya ke dua reuni akbar bukanlah untuk berkampanye atau mencari dukungan, tetapi kedatangan Said Abdullah ke dua reuni akbar tersebut tak ada tujuan lain kecuali untuk sambung silaturrahim bersama sahabat lama semasa masih sekolah. Seperti di reuni SMA 1 Sumenep, selain untuk bertemu dengan sahabat lama yang satu sekolah dulu, Said Abdullah juga sebagai alumni yang sekaligus sebagai Ketua Umum IKASMANSA Kabupaten Sumenep. Sehingga menjadi sebauh kewajiban bagi Said Abdullah untuk menghadiri acara tersebut karena dirinya pernah menempa pendidikan di SMA 1 Sumenep. Sama halnya di reuni SDN Kepanjen. Kehadiran Said Abdullah ke reuni tersebut selain untuk sungkeman kepada guru, dirinya juga ingin melepas rindu dengan sahabat lama, karena sudah lama tak jumpa. Termasuk kewajibannya hadir, karena Said Abdullah adalah alumni SDN Kepanjen. Untuk reuni alumni SMANSA masih dibagi menjadi dua hari. Untuk reuni pertama, Said Abdullah bertemu dengan guru dan sahabat semasa sekolah angkatan 1981, sementara untuk hari keduanya, tepat pada hari Minggu (11/8), bertempat di Gedung KORPRI Sumenep reunian bersama seluruh angkatan. Pantauan Koran Madura, terlihat Said Abdullah disambut begitu meriah oleh guru dan sahabat lama. Seakan ada decak kagum mereka kepda Said Abdullah. Mengapa tidak, orang yang hanya tamatan SMA tersebut melebihi mereka dalam karir kehidupannya. Selain sebagai anggota DPR RI dua periode, kini Said Abdullah dipercaya untuk bertarung pada pilgub mendatang. Namun, bagi Said Abdullah, semuanya tak ada perbedaan, hanya garis takdirlah yang membedakan. Tetapi bagi Said, apa yang didapatkannya hari ini tak lepas dari guru yang mendidiknya dahulu. “Kedatangan saya hari ini ke reuni alumni memang merupakan sebuah kewajiban, selain sebagai alumni, saya juga dipercaya sebagai Ketua Umum IKASMANSA yang mewadahi semua ketua-ketua di angkatan 81, 82, dan angkatan 83. Tetapi yang jelas, kehadiran saya sebagai bentuk apresiasi yang begitu tinggi terhadap pertemuan ini. Apalagi reuni jelas, selain untuk mempererat tali silaturrahim, juga sebagai momen untuk memikirkan tentang masa depan sekolah SMA 1,” katanya, Minggu (11/8) kepada Koran Madura. Ketika ditanya lebih lanjut apakah juga diniatkan untuk memperkuat dukungan, Said Abdullah dengan tegas mengatakan bahwa kedatangannya bukan untuk itu. “Ini kan kawan kawan murni reuni, jadi, tak ada hubungannnya harus memperkuat dukungan, soal saya cawagub itu benar, tetapi kan tidak selalu pada semua forum,” jelasnya Dia menambahkan bahwa kawan-kawan panitia sempat meminta dirinya supaya orasi politik. “Tetapi saya tolak karena ini reuni, kangen-kangenan, agar ada sesuatu yang bermakna di antara kita sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan, dan lebih dari itu, supaya ada sumbangsih nyata bagi sekolah yang sudah menjadikan kami orang, bukan orang-orangan,” pungkasnya. Said berharap saat kepada para alumni, baik alumni SMANSA maupun SDN Kepanjen agar tidak hanya berpikir tentang reuni dan reuni, tetapi yang paling penting adalah memikirikan tentang keberadaan sekolah ke depan. “Apa sumbangsih nyata yang akan diberikan kepada sekolah tercinta ini.  Karena saya yakin, alumni-alumni sudah jadi orang, ada yang pengusaha, DPR, Kepala Dinas dan yang lainnya, mari kita pikirkan sekolah kita agar benar-benar terus maju dan berkembang,” harap Said di depan para alumni saat memberikan sambutan. (sym)

Said Abdullah: Jangan Pernah Lupakan Jasa Guru

Said Abdullah: Jangan Pernah Lupakan Jasa Guru

SUMENEP- Pepatah yang berbunyi “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” memang benar adanya. Melalui gurulah dari yang tidak tahu menjadi, dan dari yang bodoh menjadi pintar. Sehingga dimanapun dan sampai kapanpun jangan pernah lupakan jasa guru. Itulah yang disampaikan oleh Said Abdullah saat menghadiri dua reuni akbar di SMANSA maupun di reuni SDN Kepanjen. Bagi Said Abdullah, guru adalah pahlawan yang harus dihormati dan dijunjung. Mengapa tidak, melalui guru orang-orang hebat lahir. “Termasuk kita hari ini, ada yang menjadi kepala dinas, DPR, pengusaha, dan yang lain, tak bisa dilepaskan dari peran guru,” ucapnya, Minggu (11/8) Diakui oleh Said Abdullah, garis takdir yang menjadikan dirinya sebagai orang besar tidak hanya karena melalui proses otodidak, tetapi garis takdir tersebut juga salah satunya karena peran gurunya dulu saat masih sekolah. “Untuk itulah saya ingatkan kepada semua sedikitpun untuk tidak melupakan jasa guru kita yang dengan ikhlas mendidik,” pintanya Tanpa ragu Said Abdullah sangat berterimakasih kepada para guru yang telah mendidiknya. “Terimasih bapak dan ibu guru, karena kalianlah yang sudah menjadikan kita sebagai orang, bukan orang-orangan,” ujarnya. Mohon Doa Restu Selain itu, Said Abdullah juga memohon doa restu kepada para guru dan sahabat dalam pencalonannya menuju Jatim baru. “Izinkan saya berjuang untuk Madura secara khusus, dan Jatim secara umum. Sebab hanya doa dan dukungan dari para guru dan sahabatlah yang bisa meyakinkan saya menuju Jatim yang lebih baik,” katanya. Said menambahkan bahwa sebenarnya dirinya ingin sekali mengkhiri karir politiknya pasca jadi anggota DPR RI dua periode. Namun, dirinya tak bisa berbuat apa-apa ketika Ibunda Megawati memintanya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jatim. “Ingin sekali saya mengkhiri, dan kembali lagi menjai pengusaha dan berkumpul bersama keluarga, namun daya tidak bisa berbuat apa-apa jika ibu Mega yang minta,” jelasnya. Selain itu, Said Abdullah menjelaskan bahwa mencalonkan diri sebagai cawagub Jatim bukanlah persoalan mudah. Soal menang dan kalah sudah biasa, tetapi ada tanggung jawab dan beban moral yang diembannya. “Secara subyektifitas memang ada kebanggaan tersendiri, saya dipanggil oleh ibu Mega untuk mencalonkan diri pada pilgub, tetap di balik kebanggaan itu, terselip bebean dan tanggung jawab berat, karena ini demi Jatim ke depan,” imbuhnya. (sym)

Bambang-Said Siap Adu Nyali Bangun Jatim Lebih Baik

Bambang-Said Siap Adu Nyali Bangun Jatim Lebih Baik

SUMENEP- Pasangan cagub-Cawagub Jawa Timur dai PDI Perjuangan, Bambang-Said siap adu nyali bersama pasangan lain pada debat kandidat yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2013 (hari ini) di TVOne. Adu nyali tersebut Bambang-Said siap pertontonkan dan perlihatkan kepada publik tentang program menuju Jawa Timur Jempol. Diketahui, Bambang-Said dalam pemilihan gubernur kali ini membawa segudang program untuk membawa Jatim lebih baik. Namun, program unggulan sebagai langkah pemberdayaan bagi masyarakat Jatim ada dua, yakini Progam Sedesa Setengah Miliar (Pro Semar) dan Kartu Sehat Jempol. Dua proram tersebut akan Bambang-Said realisasikan jika pasangan ini dipercaya memimpin Jatim periode 2014-2019. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Said Abdullah, Cawagub Jatim asli Madura. Menurutnya, saat debat kandidat nanti dirinya dan Bambang DH akan siap adu nyali bersama 3 pasangan lain, yakni Karsa, Berkah dan Eggy-Sihat. “Kami siap adu nyali pada debat kandidat yang akan digelar oleh Tvone nanti. Percayalah, 100 persen Bambang-Said adu nyali, siapa yang paling terbaik dalam hal ini, terutama soal program pemberdayaan,” katanya, Minggu (10/8) kepada Koran Madura usai menghadiri reuni akbar IKASMANSA angkatan ’81 di Gedung Graha Adi Podai. Karena menurut Said Abdullah, targetnya dirinya adalah untuk menggulingkan pasangan incumbent. Dan secara tegas Said yakin, jika pertarungan berjalan dengan fair maka tak ada kata mustahil Bambang-Said akan menjadi pemenang. “Karena pada tanggal 20-21 Agustus nanti teman saya Jokowi, Gubernur DKI akan turun di tiga titik di Jawa Timur, kemudian pada tanggal 18-19 giliran Ganjar Pranowo akan turun di perbatasan Jatim-Jateng. Termasuk bunda kami, Megawati akan menyusul pada tanggal 23-24 untuk turun langsung menyapa masayrakat Jawa Timur. Jadi, full team kami akan goyang Jawa Timur agar tercipta Jawa Timur Jempol,” jelasnya. Ketika ditanya lebih jauh tentang kampanye di Madura, Said Abdullah menjelaskan bahwa dirinya tak perlu khawatir, karena untuk Madura sendiri sebagai basis kekuatan dirinya tidak perlu harus tokoh nasional yang turun langsung. “Sebab masyarakat Madura dan para tokoh sudah berikrar secara batiniyah untuk bersatu padu hanya untuk mendukung Bambang-Said jempol. Jadi, tak perlu harus tokoh nasional yang turun langsung, saya sudah cukup yakin kalau orang Madura sudah pasti tahu siapa yang akan didukung dan dipilih,” pungkasnya. (sym)